Muhsin Kalida, Pegiat Gerakan Membaca

January 20, 2016 at 3:44 pm Leave a comment

10/12/2015 | Profile Inspiratif Tokoh Inspiratif

Muhsin Kalida, Pegiat Gerakan Membaca

 

Edupost.ID, Sleman – Berbicara mengenai Taman Bacaan bukanlah hal baru bagi Muhsin Kalida. Pria kelahiran Tulungagung, 3 April 1970 ini memang dikenal sebagai pegiat literasi di DIY. Kesibukanya sebagai dosen tetap di Jurusan Bimbingan Konseling Islam (BKI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta tidak menyurutkan semangatnya untuk mengampanyekan gemar membaca sekaligus memberdayakan masyarakat. Aktivitasnya yang telah malang melintang di dunia literasi membuat putra ketiga dari pasangan H. Mustamar dan Hj. Si’in Imroah ini dipercaya menjadi ketua Forum Taman Bacaan Masyarakat (FTBM) DIY.

Ketika Edupost.iD berkunjung ke rumahnya di Dusun Nologaten, Gang Selada, Caturtunggal, Depok, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Muhsin dengan ramah bercerita mengenai aktivitasnya di dunia literasi. Baginya, membangun gerakan literasi untuk menumbuhkan minat baca sekaligus memberdayakan masyarakat sesungguhnya bisa dimulai dari hal sederhana. Dimulai dari menyulap tempat pembuangan sampah di sekitar permukiman warga menjadi Taman Bacaan Masyarakat  (TBM), yang kemudian dikenal dengan nama TBM Cakruk Pintar. Kehadiran TBM Cakruk Pintar lambat laun mampu mengubah kebiasaan masyarakat yang awalnya tak banyak bersentuhan dengan buku, jadi mulai suka membaca.

Muhsin mendesain TBM Cakruk Pintar agar membuat pengunjung merasa nyaman. Tak diwajibkan berpakaian rapi, untuk bisa datang membaca dan meminjam buku di TBM ini. Ibu-ibu yang baru pulang dari pasar, bapak-bapak yang baru pulang dari sawah, atau – anak-anak yang baru pulang dari sekolah bisa langsung datang dan membaca buku. Bahkan, mereka dapat memilih sendiri buku yang dibutuhkan, kemudian mencatatnya pada buku peminjaman secara mandiri. Tak ada petugas khusus yang melayani peminjaman buku.

Pada awalnya ia membangun TBM, tak sedikit penolakan datang dari warga sekitar. “Ketika saya ditolak, lokasi bangunan dilempari oleh warga yang tidak suka, saya menikmati saja tantangan itu,” ujar ayah dari Aulia Aziz (15) dan Aufa Nuuruz Zahway (8) ini.

Bagaimanapun beratnya tantangan yang harus dilalui, Muhsin selalu melewatinya tanpa berputus asa. “Pilihan saya sebagai pegiat literasi hanya ada dua, senang dan senang banget,” ujar Muhsin dengan senyuman ramah. Ketekunannya selama ini, akhirnya telah berbuah manis. Kini, dukungan terhadap TBM Cakruk Pintar mengalir kuat. (Andi)

Advertisements

Entry filed under: TBM.

ANGKRINGAN CAKRUK PINTAR URIP KUDU NYENENGKE

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Welcome to Cakruk Pintar

Jangan Biarkan TBM anda Mati Gara-gara tidak ada dana !!!

Buku Terbaru team kreatif capin

Supported by Cakruk Publishing

Strategi Networking TBM

Library and Information Study Center

Library and Information Study Center - UIN Sunan Kalijaga YK

Welcome to Twitter

Statistik Pengunjung

  • 11,335 User (Pengguna)

Archives Kegiatan


%d bloggers like this: