Mahasiswa Unair dan UIN Sunan Kalijaga diskusi di Cakruk Pintar ‘KONSTRUKSI SOSIAL MINDSET PUSTAKAWAN’

April 28, 2013 at 5:28 pm 1 comment

IMAGE Imagepustakawan yang selama ini masih terkungkung oleh ruang dan waktu, menjadi pembicaraan serius mahasiswa Jurusan Ilmu Informasi dan Perpustakaan Unair Surabaya dan mahasiswa Jurusan Ilmu Peprustakaan dan dan Informasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Diskusi yang digelar sangat sederhana ini, terjadi hari Jum’at (26/04/2013) di TBM Cakruk Pintar.

Dian NF, salah seorang tamu khusus di Cakruk Pintar yang ditemani Jannatul Firdausi, yang sama-sama dari Unair telah mengangkat judul penelitian tentang ‘konstruksi sosial pustakawan’ merasa tertantang oleh realitas yang selama ini mejadi kegelisahan secara akademik. Selama ini calon pustakawan dicekoki oleh makanan yang sulit dicerna oleh metabolisme sosial. Oleh karena itu, dia ingin mendiskripsikan wacana sosial yang dimiliki oleh para pustakawan.

Mindset yang selama ini dipahami oleh masyarakat dan bahkan oleh pustakawan sendiri, terkait pola kerja yang dibatasi oleh ruang, maka hal ini harus dikonstruksi. Pustakawan harus bisa merubah keluhan pemustaka menjadi senyuman, harus berfikir bagaimana perpustakaan harus marketable. Bagaimana membuat event untuk menarik minat baca masyarakat, gerakan hadir ke perpustakaan, dan ide-ide gila yang lain, dalam rangka menumbuhkan minat baca masyarakat, dan itu termasuk salah satu tugas pustakawan.

Pustakawan harus bisa mempromosikan budaya baca kepada masyarakat, karena percaya budaya baca dapat menaikkan harkat dan martabat umat. Jadi, membaca itu adalah sebuah aktivitas sosial yang dikonstruksi, yang sekaligus juga berkembang sebagai bagian dari proses dialektika. Obyek dari kajian ini bukan budaya yang bermakna memiliki pengertian sempit, melainkan budaya yang dipahami sebagai teks dan kontekstual, yakni praktik hidup sehari-hari.

Pada umumnya, membaca di kalangan kita, adalah memanfaatkan waktu luang, bukan sebagai aktivitas karena didorong faktor psikologis atau motivasi untuk memperoleh pegetahuan. Maka kajian ini menjadi penting, sebenarnya konteks dan konstruksi sosial apa saja yang berkembang di masyarakat dalam memandang aktivitas membaca, termasuk bacaan yang dipilih, dan apa sebetulnya yang membuat masyarakat senang melakukan membaca dan mau berkunjung ke perpustakaan, tentu hal ini menjadi PR kita semua?

Diskusi yang dimulai jam 16.00 s/d 20.00 ini difasilitasi oleh TBM Cakruk Pintar, akan berlanjut di Unair Surabaya, dalam waktu belum ditentukan, kata Syahrini, akhirnya kita mendapatkan ‘sesuatu’.

Advertisements

Entry filed under: TBM.

World Book Day: ‘BANCA’AN BUKU’ di Cakruk Pintar RIHLAH PUSTAKA; Mengunjungi TBM di Sarabhuri Thailand

1 Comment Add your own

  • 1. Dian Novita Fitriani  |  May 27, 2013 at 4:57 am

    Semoga benar-benar diberi kesempatan untuk melajutkan diskusi dengan tokoh yang luar biasa seperti pak Muhsin Khalida 🙂

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Welcome to Cakruk Pintar

Jangan Biarkan TBM anda Mati Gara-gara tidak ada dana !!!

Buku Terbaru team kreatif capin

Supported by Cakruk Publishing

Strategi Networking TBM

Library and Information Study Center

Library and Information Study Center - UIN Sunan Kalijaga YK

Welcome to Twitter

Statistik Pengunjung

  • 11,661 User (Pengguna)

Archives Kegiatan


%d bloggers like this: