Mendekatkan Siswa Dengan Buku

May 2, 2012 at 2:50 pm Leave a comment

Baru saja kita memperingati Hari Buku dan Hak Cipta atau yang lebih dikenal dengan Hari Buku Dunia (World Book Day), 23 April. Acara tahunan ini pertama kali diresmikan oleh UNESCO pada tahun 1995 untuk mempromosikan membaca, penerbitan dan hak cipta. Tanggal 23 april sebenarnya merupakan tanggal simbolik untuk dunia sastra karena pada tanggal tersebut, banyak penulis hebat sekelas Cervantes, Shakespeare, Inca Garcilaso de la Vega, Maurice Druon, K. Laxness, Vladimir Nabokov, Josep Pla dan Manuel Meijia Vallejo meninggal pada tanggal yang sama. Maka tidak heran jika kemudian tanggal 23 April diperingati sebagai Hari Buku Dunia. Bagi dunia pendidikan, hari ini adalah event yang tepat untuk mendekatkan siswa dengan buku, yaitu membaca.

Buku adalah jendela dunia, berbagai pengetahuan dapat diketahui dan dipelajari. Buku juga sebuah nutrisi bagi jiwa, ibarat sebuah makanan yang selalu mensuplai energi bagi raga. Begitu penting peran buku dalam kehidupan manusia, namun ironinya pada era global ini banyak para siswa yang masih enggan membaca buku. Membaca menjadi pekerjaan yang sangat berat bagi siswa, dan buku pun dipandang sebelah mata karena kalah menarik dibandingkan game online dan permainan modern lainnya. Tidak mengherankan jika menurut hasil kajian Program for International Student Assessment (PISA) pada tahun 2009 memperlihatkan bahwa Indonesia menempati urutan ke 57 dari 65 negara di dunia dalam kemampuan membaca. Sebuah hasil yang perlu menjadi renungan bersama.

Undang- Undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) No. 20 tahun 2003 pasal 4 ayat 5 menjelaskan bahwa pendidikan diselenggrakan dengan mengembangkan budaya membaca, menulis, dan berhitung bagi segenap warga masyarakat . Budaya membaca dan menulis memang harus ditanamkan sedini mungkin, tidak terkecuali oleh guru. Seorang guru harus bisa memberi motivasi kepada siswa untuk gemar membaca dan menulis. Pastinya bukan sekedar seruan belaka dan tanpa contoh nyata.

Misalnya, dengan mengajak datang ke perpustakaan. Tindakan seperti inilah yang sangat dibutuhkan siswa agar lebih dekat dengan buku. Penting bagi guru memberi contoh nyata kepada siswa untuk membaca, karena selama ini masih banyak para guru yang tidak suka membaca tapi seenaknya memerintahkan siswa untuk membaca. Tindakan semacam itu bukanlah teladan yang baik. Karena bagaimanapun seorang guru adalah panutan bagi siswanya.

Dengan adanya Hari Buku Internasional menjadi momen tepat untuk kembali mendekatkan generasi penerus bangsa dengan buku-buku ilmu pengetahuan.

Dimuat di SKH Kedaulatan Rakyat, 26 April 2012, halm 14.

Advertisements

Entry filed under: Media Cetak.

Himpunan Mahasiswa Ilmu Perpustakaan se-Indonesia Kunjungi Cakruk Pintar Cakruk Pintar : Minggu Pagi, MENULIS MIMPI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Welcome to Cakruk Pintar

Jangan Biarkan TBM anda Mati Gara-gara tidak ada dana !!!

Buku Terbaru team kreatif capin

Supported by Cakruk Publishing

Strategi Networking TBM

Library and Information Study Center

Library and Information Study Center - UIN Sunan Kalijaga YK

Welcome to Twitter

Statistik Pengunjung

  • 11,335 User (Pengguna)

Archives Kegiatan


%d bloggers like this: